1.1.1. Pengertian Hubungan
Internasional
Hubungan internasional atau hubungan
antarbangsa merupakan interaksi
manusia antarbangsa baik secara
individu maupun kelompok, dilakukan
baik secara langsung maupun secara
tidak langsung dan dapat berupa
persahabatan, persengketaan,
permusuhan ataupun peperangan.
1.1.2. Pola Hubungan Antarbangsa
Ada tiga macam pola hubungan antar
bangsa, yaitu:
Penjajahan suatu bangsa atas bangsa
lain, ketergantungan suatu bangsa atas
bangsa lain dan hubungan sama derajat.
1. Pola Penjajahan:
Penjajahan pada hakekatnya adalah
penghisapan oleh suatu bangsa atas
bangsa lain yang ditimbulkan oleh
perkembangan paham kapitalis, di
mana negara penjajah membutuhkan
bahan mentah bagi industrinya dan
juga pasar bagi hasil industrinya. Inti
dari penjajahan ini adalah penguasaan
wilayah bangsa lain.
1. Pola Ketergantungan:
Umumnya terjadi pada negara-negara
berkembang yang karena kekurangan
modal dan tekhnologi untuk
membangun negaranya, terpaksa
mengandalkan bantuan negara-negara
maju yang akhirnya mengakibatkan
ketergantungan pada negara-negara
maju tersebut. Pola hubungan ini
dikenal sebagai neo-kolonialisme
(penjajahan dalam bentuk baru).
1. Pola Hubungan Sama Derajat:
Pola hubungan ini sangat sulit
diwujudkan, namun merupakan pola
hubungan yang paling ideal karena
berusaha mewujudkan kesejahteraan
bersama, sesuai dengan jiwa sila kedua
Pancasila, yang menuntut
penghormatan atas kodrat manusia
sebagai makhluk yang sederajat tanpa
memandang ideologi, bentuk negara
ataupun sistem pemerintahannya.
Politik luar negeri bebas aktif yang
kita pilih menghindarkan bangsa kita
jatuh ke paham kebangsaan yang
sempit atau Chauvinisme yang
mengagung-agungkan bangsa sendiri
namun memandang rendah bangsa lain.
Juga menghindarkan paham
Kosmopolitisme yang memandang
seluruh dunia sebagai negeri yang satu
dan sama sehingga mengabaikan
negeri sendiri.
Dalam menjalankan politik luar negeri
yang bebas aktif ini bangsa Indonesia
menjalin pergaulan dan kerjasama
antar bangsa, dipimpin oleh presiden
sebagai kepala negara.Dalam
melakukan kerjasama dan hubungan
internasional ini presiden dibantu oleh
departemen luar negeri yang dipimpin
seorang menteri luar negeri, para duta
dan konsul yang diangkat presiden
untuk negara-negara lain serta duta-
duta dan konsul-konsul negara lain
yang diterima oleh presiden. Hak
mengangkat duta dan konsul ini sesuai
dengan Pasal 13 Undang-Undang Dasar
1945 dipegang oleh presiden dengan
memperhatikan pertimbangan DPR.
Dalam menerima duta dan konsul
negara lain, presiden juga harus
meminta persetujuan dari kepala
negara asal duta dan konsul tersebut
dalam bentuk Surat Kepercayaan
(lettre de credance).
1.1.3. Arti Penting Hubungan dan
Kerjasama Internasional.
Menurut Prof. Dr. Kusuma Atmaja,
hubungan dan kerjasama antar bangsa
muncul karena tidak meratanya
pembagian kekayaan alam dan
perkembangan industri di seluruh dunia
sehingga terjadi saling ketergantungan
antara bangsa dan negara yang
berbeda.Karena hubungan dan
kerjasama ini terjadi terus menerus,
sangatlah penting untuk memelihara
dan mengaturnya sehingga
bermanfaat dalam pengaturan khusus
sehingga tumbuh rasa persahabatan
dan saling pengertian antar bangsa di
dunia.
1.1.4. Sarana Hubungan Internasional
Menurut J. Frankel (1980) ada berbagai
sarana yang dapat dipergunakan oleh
negara-negara dalam melakukan
hubungan internasional, yaitu:
diplomasi, propaganda, hubungan
ekonomi dan militer.
1. Diplomasi
Diplomasi merupakan seluruh kegiatan
untuk melaksanakan politik luar negeri
suatu negara dalam hubungannya
dengan bangsa dan negara lain.
Diplomasi dapat bersifat bilateral
(melibatkan dua negara) atau
multilateral (melibatkan lebih dari dua
negara). Instrumen diplomasi ada dua
yaitu deplu yang berkedudukan di
ibukota negara, merupakan “otak”nya
dan perwakilan diplomatik yang
berkedudukan di ibukota negara
penerima yang merupakan “panca
indera dan penyambung lidahnya.”
Dalam mewakili negara dan
bangsanya, seorang diplomat memiliki
tiga fungsi dasar yaitu sebagai
lambang, sebagai wakil yuridis yang
sah sesuai hukum internasional dan
sebagai perwakilan politik.
Sedangkan tugas seorang diplomat
dapat dibagi menjadi empat fase
pokok diplomasi, yaitu: perwakilan
(representation), perundingan
(negotiation), laporan (reporting) dan
perlindungan kepentingan bangsa,
negara, dan warga negaranya di luar
negeri.
1. Propaganda
Propaganda adalah usaha sistematis
untuk mempengaruhi pikiran, emosi
dan tindakan suatu kelompok demi
kepentingan masyarakat umum. Ada
dua hal yang membedakan diplomasi
dan propaganda:
1. Propaganda ditujukan kepada
rakyat negara tersebut, bukan
pemerintahnya.
2. Propaganda dilakukan hanya
demi kepentingan negara
pembuat propaganda.
1. Ekonomi
Hubungan internasional melalui sarana
ekonomi tidak mutlak dilakukan oleh
pemerintah, swasta pun dapat
berperanan besar, baik selama masa
damai maupun dalam situasi perang.
Semua negara terlibat dalam hubungan
ekonomi untuk mendapatkan barang
yang tidak dapat diproduksinya
sendiri. Keuntungan lainnya dari
perdagangan internasional adalah
diperolehnya suatu barang melalui
sistem produksi yang paling efisien
dan murah.
1. Kekuatan Militer dan Perang
Berlawanan dengan ekonomi, bidang
militer benar-benar dikuasai oleh
pemerintah. Bidang militer sangat
mempengaruhi diplomasi karena
memiliki kekuatan militer yang
tangguh akan menambah rasa percaya
diri, sehingga bisa mengabaikan
ancaman-ancaman dan tekanan lawan
yang dapat mengganggu kepentingan
nasionalnya. Kekuatan militer
diperlihatkan dalam parade militer di
hari-hari nasional untuk menggertak
dan memperingatkan negara-negara
lawan sehingga perang dapat
dihindarkan. Perang adalah pilihan
terakhir.
Internasional
Hubungan internasional atau hubungan
antarbangsa merupakan interaksi
manusia antarbangsa baik secara
individu maupun kelompok, dilakukan
baik secara langsung maupun secara
tidak langsung dan dapat berupa
persahabatan, persengketaan,
permusuhan ataupun peperangan.
1.1.2. Pola Hubungan Antarbangsa
Ada tiga macam pola hubungan antar
bangsa, yaitu:
Penjajahan suatu bangsa atas bangsa
lain, ketergantungan suatu bangsa atas
bangsa lain dan hubungan sama derajat.
1. Pola Penjajahan:
Penjajahan pada hakekatnya adalah
penghisapan oleh suatu bangsa atas
bangsa lain yang ditimbulkan oleh
perkembangan paham kapitalis, di
mana negara penjajah membutuhkan
bahan mentah bagi industrinya dan
juga pasar bagi hasil industrinya. Inti
dari penjajahan ini adalah penguasaan
wilayah bangsa lain.
1. Pola Ketergantungan:
Umumnya terjadi pada negara-negara
berkembang yang karena kekurangan
modal dan tekhnologi untuk
membangun negaranya, terpaksa
mengandalkan bantuan negara-negara
maju yang akhirnya mengakibatkan
ketergantungan pada negara-negara
maju tersebut. Pola hubungan ini
dikenal sebagai neo-kolonialisme
(penjajahan dalam bentuk baru).
1. Pola Hubungan Sama Derajat:
Pola hubungan ini sangat sulit
diwujudkan, namun merupakan pola
hubungan yang paling ideal karena
berusaha mewujudkan kesejahteraan
bersama, sesuai dengan jiwa sila kedua
Pancasila, yang menuntut
penghormatan atas kodrat manusia
sebagai makhluk yang sederajat tanpa
memandang ideologi, bentuk negara
ataupun sistem pemerintahannya.
Politik luar negeri bebas aktif yang
kita pilih menghindarkan bangsa kita
jatuh ke paham kebangsaan yang
sempit atau Chauvinisme yang
mengagung-agungkan bangsa sendiri
namun memandang rendah bangsa lain.
Juga menghindarkan paham
Kosmopolitisme yang memandang
seluruh dunia sebagai negeri yang satu
dan sama sehingga mengabaikan
negeri sendiri.
Dalam menjalankan politik luar negeri
yang bebas aktif ini bangsa Indonesia
menjalin pergaulan dan kerjasama
antar bangsa, dipimpin oleh presiden
sebagai kepala negara.Dalam
melakukan kerjasama dan hubungan
internasional ini presiden dibantu oleh
departemen luar negeri yang dipimpin
seorang menteri luar negeri, para duta
dan konsul yang diangkat presiden
untuk negara-negara lain serta duta-
duta dan konsul-konsul negara lain
yang diterima oleh presiden. Hak
mengangkat duta dan konsul ini sesuai
dengan Pasal 13 Undang-Undang Dasar
1945 dipegang oleh presiden dengan
memperhatikan pertimbangan DPR.
Dalam menerima duta dan konsul
negara lain, presiden juga harus
meminta persetujuan dari kepala
negara asal duta dan konsul tersebut
dalam bentuk Surat Kepercayaan
(lettre de credance).
1.1.3. Arti Penting Hubungan dan
Kerjasama Internasional.
Menurut Prof. Dr. Kusuma Atmaja,
hubungan dan kerjasama antar bangsa
muncul karena tidak meratanya
pembagian kekayaan alam dan
perkembangan industri di seluruh dunia
sehingga terjadi saling ketergantungan
antara bangsa dan negara yang
berbeda.Karena hubungan dan
kerjasama ini terjadi terus menerus,
sangatlah penting untuk memelihara
dan mengaturnya sehingga
bermanfaat dalam pengaturan khusus
sehingga tumbuh rasa persahabatan
dan saling pengertian antar bangsa di
dunia.
1.1.4. Sarana Hubungan Internasional
Menurut J. Frankel (1980) ada berbagai
sarana yang dapat dipergunakan oleh
negara-negara dalam melakukan
hubungan internasional, yaitu:
diplomasi, propaganda, hubungan
ekonomi dan militer.
1. Diplomasi
Diplomasi merupakan seluruh kegiatan
untuk melaksanakan politik luar negeri
suatu negara dalam hubungannya
dengan bangsa dan negara lain.
Diplomasi dapat bersifat bilateral
(melibatkan dua negara) atau
multilateral (melibatkan lebih dari dua
negara). Instrumen diplomasi ada dua
yaitu deplu yang berkedudukan di
ibukota negara, merupakan “otak”nya
dan perwakilan diplomatik yang
berkedudukan di ibukota negara
penerima yang merupakan “panca
indera dan penyambung lidahnya.”
Dalam mewakili negara dan
bangsanya, seorang diplomat memiliki
tiga fungsi dasar yaitu sebagai
lambang, sebagai wakil yuridis yang
sah sesuai hukum internasional dan
sebagai perwakilan politik.
Sedangkan tugas seorang diplomat
dapat dibagi menjadi empat fase
pokok diplomasi, yaitu: perwakilan
(representation), perundingan
(negotiation), laporan (reporting) dan
perlindungan kepentingan bangsa,
negara, dan warga negaranya di luar
negeri.
1. Propaganda
Propaganda adalah usaha sistematis
untuk mempengaruhi pikiran, emosi
dan tindakan suatu kelompok demi
kepentingan masyarakat umum. Ada
dua hal yang membedakan diplomasi
dan propaganda:
1. Propaganda ditujukan kepada
rakyat negara tersebut, bukan
pemerintahnya.
2. Propaganda dilakukan hanya
demi kepentingan negara
pembuat propaganda.
1. Ekonomi
Hubungan internasional melalui sarana
ekonomi tidak mutlak dilakukan oleh
pemerintah, swasta pun dapat
berperanan besar, baik selama masa
damai maupun dalam situasi perang.
Semua negara terlibat dalam hubungan
ekonomi untuk mendapatkan barang
yang tidak dapat diproduksinya
sendiri. Keuntungan lainnya dari
perdagangan internasional adalah
diperolehnya suatu barang melalui
sistem produksi yang paling efisien
dan murah.
1. Kekuatan Militer dan Perang
Berlawanan dengan ekonomi, bidang
militer benar-benar dikuasai oleh
pemerintah. Bidang militer sangat
mempengaruhi diplomasi karena
memiliki kekuatan militer yang
tangguh akan menambah rasa percaya
diri, sehingga bisa mengabaikan
ancaman-ancaman dan tekanan lawan
yang dapat mengganggu kepentingan
nasionalnya. Kekuatan militer
diperlihatkan dalam parade militer di
hari-hari nasional untuk menggertak
dan memperingatkan negara-negara
lawan sehingga perang dapat
dihindarkan. Perang adalah pilihan
terakhir.
Comments
Post a Comment